Teripang Untuk Obat dan Makanan

Teripang atau timun laut adalah hewan Echinodermata dari kelas Holothuroidea. Hewan laut ini memiliki tubuh memanjang dan hidup di dasar substrat pasir. Meskipun bentuknya tidak menarik, namun teripang memiliki kandungan gizi yang banyak serta rasanya tidak kalah lezat dengan hewan laut berprotein tinggi lainnya. Kandungan protein teripang kering bisa mencapai 83%.

Teripang juga memiliki kandungan lemak yang rendah dan banyak mengandung nitrogen, gluten, iodin, dan berbagai elemen lainnya. Kandungan nutrisi ini dapat membantu proses pertumbuhan sel baru pada kulit serta bermanfaat memulihkan penyakit yang berhubungan dengan sendi dan tulang rawan. Selain itu, kandungan nutrisi teripang mampu menghambat proses penuaan dan menurunkan kolesterol jahat sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Teripang telah lama digunakan sebagai tonik atau obat tradisional berdasarkan keterangan yang disebutkan di buku medis tradisional China.

Di Indonesia, ada banyak daerah penghasil teripang, antara lain perairan pantai Jawa Timur, Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua, Aceh, pantai barat Sumatra, Sumatra Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

China sebagai konsumen teripang terbesar di dunia dan negara pengimpor teripang terbesar dari Indonesia telah mengenal teripang sejak zaman Dinasti Ming (1368-1644 BC). Bangsa China mengolah teripang menjadi berbagai makanan juga obat-obatan. Selain China, negara-negara seperti Singapura, Hongkong, dan Malaysia juga merupakan konsumen teripang asal Indonesia. Umumnya, penduduk negara-negara ingin mengonsumsi teripang dalam bentuk kering.

 

Spesies teripang yang umumnya diolah menjadi makanan atau obat-obatan antara lain teripang pasir (Holothuroidea scabra), teripang cokelat (Holothuroidea marmoreta), teripang hitam (Holoturoidea edulis), teripang merah (Holothuroidea vatiensis), teripang koro (Holothuroidea nobilis), teripang nanas (Thelonata anana), dan teripang gamat (Stichopus varigatus). Berikut ini berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengolah teripang baik untuk dimakan maupun untuk obat-obatan.

Cara Mengolah Teripang Untuk Dimakan

cara mengolah olahan teripang

Umumnya, teripang dijual dalam bentuk olahan kering. Teripang kering inilah yang diekspor ke berbagai negara di dunia. Di Indonesia, teripang kering diolah secara tradisional oleh nelayan di pesisir dengan cara dan alat yang masih sederhana sehingga kualitasnya belum cukup baik.

Untuk membuat teripang kering, alat-alat yang diperlukan antara lain sebagai berikut.

  • Wadah penampungan

Wadah penampungan diperlukan saat teripang ditangkap langsung dari laut. Umumnya, nelayan menggunakan tong plastik yang sekaligus digunakan wadah penyimpanan selama transportasi.

  • Wadah pencucian

Teripang dapat dicuci dalam drum yang terbuat dari plastik, aluminium, atau fiberglass. Hindari wadah yang berasal dari bahan yang mudah berkarat, seperti seng.

  • Pisau pembelah

Pisau sebaiknya terbuat dari bahan yang antikarat, tajam, dan memiliki ujung runcing.

  • Wadah perebusan

Wadah untuk merebus harus terbuat dari bahan stainless steel atau aluminium.

  • Alat pengasapan

Alat pengasapan dapat berupa drum, lemari, atau rumah pengasapan. Namun, alat pengasapan terbuka tidak disarankan karena suhunya tidak bisa dikontrol serta risiko kontaminasi tinggi. Selain itu, asap akan lebih banyak terbuang saat berada di udara terbuka.

  • Alat pengeringan

Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengering mekanis (mechanical dryer) atau secara manual dengan menggunakan sinar matahari di atas para-para dengan ketinggian 1 m.

Ada beberapa tahap penanganan dan pengolahan teripang untuk menghasilkan teripang kering yang bermutu baik. Pengolahan ini pun tergantung jenis teripang. Ada proses pengolahan dengan cara menghilangkan kapur pada permukaan kulit teripang yang umumnya dilakukan pada jenis teripang pasir (Holothuria scabra) dan pengolahan tanpa menghilangkan kapur untuk teripang jenis lainnya seperti teripang batu (Holothuria nobilis).

Tahapan pengolahan teripang dengan cara penghilangan kapur adalah sebagai berikut.

  • Pemilihan dan penanganan bahan baku

Teripang yang berkualitas adalah yang bahan bakunya diperoleh dari perairan yang tidak tercemar. Cara penangkapan yang baik adalah dengan menangkap langsung dengan tangan karena penggunaan tombak atau trisula saat menangkap teripang akan melukai teripang. Hal ini akan menyebabkan teripang mati dan cepat mengalami pembusukan. Adanya luka juga menurunkan nilai estetika produk akhir. Teripang yang akan diolah diusahakan dalam kondisi hidup. Jika tidak memungkinkan, selama pengangkutan dari laut, teripang harus dibuang isi perutnya, dicuci bersih, dan diberi garam sebanyak 3-10% dari berat teripang.

  • Pembuangan isi perut

Isi perut dapat dibuang dalam keadaan teripang masih segar atau setelah direbus. Membuang isi perut teripang setelah direbus akan lebih mudah karena teksturnya lebih kenyal. Pisau yang digunakan harus tajam dan tipis agar irisan pada bagian perut dengan potongan memanjang lebih rapi. Teripang kemudian dicuci hingga benar-benar bersih. Usahakan menggunakan air mengalir saat mencucinya atau mencucinya menggunakan air dalam bak yang sering diganti. Hindari membuang isi perut teripang dengan cara membuat lubang pada bagian ujung teripang dengan alat yang terbuat dari bambu atau kayu. Hal ini akan merusak tekstur dan mempercepat proses pembusukan karena isi perut tidak dapat dikeluarkan seluruhnya.

  • Perebusan

Merebus teripang akan membuat teksturnya lebih kenyal dan memberi sedikit rasa asin yang berfungsi mengawetkan teripang secara alami. Teripang direbus dalam air mendidih yang sudah ditambahkan garam dengan konsentrasi 15% selama 20-30 menit. Setelah direbus, teripang ditiriskan hingga benar-benar tiris.

  • Penghilangan kapur

Untuk jenis teripang pasir, kandungan kapur dihilangkan dengan cara direndam dalam daun pepaya sebanyak 7,5% dari berat teripang selama kurang lebih 10 menit. Kapur juga dapat dihilangkan dengan cara merendam teripang dalam larutan enzim papain 4,0% dari air perebus yang digunakan. Setelah itu teripang digosok dengan memakai pasir.

  • Pengasapan

Pengasapan berfungsi untuk mengurangi kadar air dan memberikan rasa dan aroma yang khas dari teripang. Pengasapan menggunakan lemari pengasap membutuhkan waktu 10-20 menit pada suhu 60-80° (pengasapan panas) dengan ketebalan asap sedang.

Sabut kelapa, serbuk gergaji, dan kayu bakar yang bebas kotoran dapat digunakan sebagai bahan bakar pengasapan. Penggunaan serbuk gergaji dan jambu biji segar sebagai bahan bakar dipercaya menghasilkan teripang kering dengan kualitas tinggi.

Pada saat pengasapan, usahakan semua bagian tubuh teripang terkena asap. Bara api serta ventilasi pada lemari pengasap diatur agar suhu pengasapan dapat dipertahankan pada 60-80°C.

  • Pengeringan

Proses pengeringan bertujuan untuk memastikan agar air dapat keluar seluruhnya dari tubuh teripang, terutama di bagian dagingnya. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur teripang di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering mekanis (mechanical dryer). Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari membutuhkan waktu 2-3 hari tergantung ukuran teripang dan cuaca. Pengeringan dengan menggunakan mechanical dryer diatur pada suhu ± 50°C. Pengeringan dilakukan hingga kadar air di bawah 20%.

  • Penyimpanan di gudang

Teripang yang telah kering dikemas dalam karung plastik dan disusun di atas rak-rak dalam gudang. Tumpukan karung kemudian ditutup terpal pada bagian atasnya. Suhu ruangan tempat penyimpanan tidak boleh terlalu tinggi serta memiliki kelembapan rendah. Gudang harus terlindung dari cahaya matahari dan tidak bocor saat hujan, memiliki ventilasi cukup, serta tertutup rapat.

Teripang kering ini siap digunakan untuk berbagai keperluan, baik untuk makanan maupun dijadikan obat.

 

Cara Mengolah Teripang Untuk Obat

teripang-nanas

Ada banyak cara mengolah teripang untuk obat, dari yang sederhana hingga yang rumit. Berikut ini salah satu resep mudah yang dapat dicoba dalam mengolah teripang untuk pengobatan.

  • Sediakan 1 buah teripang kering, 2 siung bawang putih, 3 sendok mentega, 1 buah wortel, 3 sdm minyak zaitun, dan dua lembar daun salam.
  • Rendamlah teripang kering selama satu hari hingga mengembang. Kemudian, rebus teripang selama 2 jam dan tambahkan dua lembar daun salam. Teripang kemudian diiris-iris tipis dan tumis bersama bumbu yang telah disiapkan. Resep ini dapat dimodifikasi sesuai dengan selera masing-masing.

Selain dibuat dari teripang kering, ada bentuk lain pengolahan teripang yang umumnya digunakan sebagai obat, yaitu jelly gamat Gold-G. Pengolahan teripang jenis ini hampir sama dengan pengolahan teripang kering, yaitu melibatkan proses pembuangan isi perut, perebusan, pengasapan, pengeringan, hingga penyimpanan. Proses mengolah teripang dengan cara ini berfungsi menghilangkan zat aktif yang bersifat racun serta lendir dan bau amis pada tubuh teripang.

Secara garis besar pengolahan jelly gamat Gold-G dilakukan dengan cara berikut.

1. Penyeleksian teripang hasil tangkapan nelayan. Penyortiran berdasarkan warna dan bau. Teripang yang akan diolah hanya teripang yang berwarna cokelat cerah atau emas serta tidak berbau amis.

2. Pembuangan kotoran. Tubuh teripang dibelah, namun tidak sampai terputus. Kemudian, bagian tubuh teripang selain daging termasuk kotorannya dibuang.

3. Daging teripang kemudian direbus selama kurang lebih 3 jam hingga air rebusan berwarna kecoklatan. Biasanya, saat direbus kotoran akan mengapung di permukaan air. Pisahkan kotoran dari air rebusan teripang.

4. Diamkan beberapa saat hingga air rebusan teripang menjadi dingin. Kemudian, air rebusan teripang yang tersebut dipindahkan ke wadah stainless steel dan ditutup rapat. Simpan air rebusan teripang selama satu bulan hingga air rebusan berubah jernih.

5. Setelah satu bulan, air teripang disaring dengan cara ditempatkan dalam bak penampungan yang berukuran besar. Dari bak ini, air rendaman teripang dialirkan ke dalam tabung penyaringan. Umumnya penyaringan melalui tiga tabung dengan diameter masing-masing tabung 35 cm dan tinggi 2 m. Ketiga tabung dihubungkan dengan pipa. Penyaringan pada tabung pertama bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran besar dan saponin yang mungkin masih ada pada air rebusan teripang.

Hasil penyaringan adalah air yang berwarna kecokelatan dan permukaannya tidak berbusa. Air hasil penyaringan tabung pertama ini dialirkan ke tabung kedua. Pada tahapan ini, terjadi penyaringan garam dan penghilangan aroma yang tidak sedap dari teripang. Dari hasil penyaringan kedua, teripang yang dihasilkan berwarna kekuningan. Dari sini, hasil penyaringan dialirkan ke tabung ketiga tempat proses pertukaran ion dan pembentukan protein pembentuk antibodi untuk sistem kekebalan tubuh. Hasil akhir penyaringan adalah teripang yang berwarna putih berkabut.

6. Proses sterilisasi yang dilakukan dengan penyinaran ultraviolet. Proses ini bertujuan untuk memisahkan protein berukuran besar dan menjaga kehigienisan teripang.

7. Proses terakhir adalah pendinginan selama 40 menit sebelum teripang dimasukkan dalam kemasan.

Jelly gamat Gold-G ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan, mulai dari obat antiinflamasi, berfungsi mencegah infeksi, mencegah penuaan dan menjaga kesehatan kulit, sampai mencegah perkembangan sel kanker.

Pengolahan yang mudah serta banyak manfaat yang dimiliki teripang tentunya tidak membuat ragu untuk mengonsumi teripang, bukan?

Baca Juga : 1.  Cara memasak teripang 

2. Harga Teripang Laut

Leave a Comment